Rukun Iman 6 Pekara Wajib Percaya Bagi Umat Muslim

Mempelajari dan memahami rukum iman suatu kewajiban bagi setiap muslim. karena rukun iman merupakan tonggak dan pondasi Islam dan wajib diyakini serta diamalkan. Iman, bahasa arab, iman artinya “percaya”.

Sedangkan definisi iman secara terminologi ialah pengakuan yang melahirkan sikap menerima dan tunduk. Beberapa ulama madzhab Hanafi mengatakan bahwa iman itu adalah pengakuan dengan lisan dan pembenaran dengan hati. Jadi, dapat disimpulkan bahwa pengertian iman adalah membenarkan dengan hati, kemudian diucapkan dengan lisan, dan diamalkan dengan tindakan (perbuatan).

Memahami dan mengamalkan rukun iman termasuk dalam hal yang disyariatkan dalam Islam. Bagi seorang muslim, memahami rukun islam merupakan cerminan dari umat yang bertakwa karena didalam rukun iman, seorang muslim wajib mengimani semua rukunnya sebagai bukti bahwa dirinya sudah ikhlas menjadikan Islam sebagai agamanya.

Memahami rukun iman agar semakin bertambah khasanah keilmuannya dan menjadi umat yang bertakwa, bisa melihat ulasannya berikut ini.

Iman kepada Allah

Rukun iman yang pertama ialah beriman kepada Allah SWT dan merupakan poin terpenting dalam Islam. Tidak akan sah seseorang memeluk Islam jika ia tidak beriman kepada Allah SWT. Mengimani Allah SWT sebagai Tuhan tidak cukup hanya dengan diucapkan, namun perlu diyakini dalam diri dan diamalkan dalam kehidupan sehari-hari.

Meyakini Allah tidak hanya melalui kata-kata, tapi juga dibutuhkan bukti. Bukti tersebut dapat terliht dari amal perbuatan, melaksanakan semua perintah-Nya dan menjauhi larangan-Nya. Semua makhluk diwajibkan menyembah Allah, tak hanya manusia semata, melainkan hewan, tumbuhan, jin, hingga malaikat.

Iman Kepada Kitab-Kitab

Selanjutnya, rukun iman yang ketiga ialah beriman kepada kitab-kitab Allah SWT. Allah menuliskan ajaran-Nya melalui perantara wahyu yang diturunkan lewat malaikat. Wahyu tersebut tertuang pada kitab-kitab ajaran Islam. Kitab itu diturunkan kepada para Rasul, untuk kemudian dilanjutkan ke seluruh umat Islam. Agar dapat diamalkan seluruh umat sampai kiamat kelak.

Kitab-kitab ini sebagai pedoman dan pegangan umat di kala para rasul sudah wafat. Dengan berpedoman teguh pada kitab-kitab Allah SWT, niscaya manusia bisa selamat dari siksa api neraka. Segala pertanyaan dan aturan Islam sudah tertuang di dalam kitab-kitab Allah tersebut. Adapun kitab yang perlu diimanin oleh umat Islam terdiri 4 kitab yakni, Taurat, Zabur, Injil, dan yang terakhir ialah Al Qur’an sebagai penyempurna dari ajaran-ajaran sebelumnya.

Iman Kepada Nabi dan Rasul Allah

Berikutnya, rukun iman yang keempat ialah beriman kepada nabi dan rasul-Nya. Malaikat Jibril menyampaikan pada Nabi dan Rasul keempat kitab suci, yaitu Taurat, Zabur, Injil dan Al Quran. Kitab Taurat diturunkan pada Nabi Musa, kita Zabur kepada Nabi Daud, kitab Injil kepada Nabi Isa, dan terakhir kitab suci Alquran diturunkan kepada nabi sekaligus Rasul terakhir, yakni Muhammad SAW.

Umat Islam mengimani bahwa ada 25 Nabi yang diyakini. Selain itu, nabi terakhir yang diyakini adalah Nabi Muhmmad SAW. Beriman terhadap nabi dan rasul dapat juga dilakukan dengan cara menjadikan mereka sebagai suri tauladan yang patut dicontoh.

Iman Kepada Hari Akhir

Rukun iman yang kelima yakni, beriman kepada hari akhir atau yang lebih sering dikenal dengan sebutan hari kiamat. Sebegai umat muslim, kita harus mempercayai adanya kedatangan hari akhir, dimana setiap harinya, waktu demi waktu, manusia sibuk berurusan dengan urusan dunia. Akhir perjalanan manusia bukanlah kematian, melainkan kiamat itu sendiri.

Di hari akhir nanti, semua manusia akan dikumpulkan. Dibangkitkan bagi mereka yang telah mati. Segala amal perbuatan manusia ditimbang. Di manakah ia layak ditempatkan, surga atau neraka. Tak ada satu orang pun yang akan lolos dari ‘timbangan’ amal.

Meyakini adanya hari kiamat, maka manusia bisa menjadi lebih baik, mengumpulkan banyak pahala, sebagai saku atau simpanan di hari akhir kelak. Juga, manusia dapat lebih berserah dan mendekatkan diri kepada Allah SWT.

Iman Kepada Takdir (Qadha dan Qadar)

Rukun iman yang keenam atau terakhir ialah beriman kepada takdir Allah SWT yakni, mengimani Qadha dan Qadar. Allah SWT memiliki ketetapan, kehendak, dan keputusan atas semua makhluk ciptaan-Nya. Dua kata ini kerap disandingkan jadi satu, karena Qadha dan Qadar memang tidak bisa terpisahkan. Namun menurut arti dan maknanya, dua kata punya perbedaan.

Seperti yang sudah tertuang pada Quran surah Al Hajj ayat 70, yang artinya: “Apakah kamu tidak mengetahui bahwa sesungguhnya Allah mengetahui apa saja yang ada di langit dan di bumi?, bahwasanya yang demikian itu terdapat dalam sebuah kitab (Lauh Mahfuzh). Sesungguhnya yang demikian itu amat mudah bagi Allah.”

Menurut bahasa, Qadha berarti ketetapan. Sebelum manusia lahir dan sebelum dunia tercipta, Allah sudah punya ketetapan. Dia tuliskan pada kitab Lauh Mahfuz. Baik tentang hidup, kebaikan, keburukan, dan kematian.

Menurut bahasa, Qadar berarti ketentuan atau kepastian Allah. Sementara berdasarkan istilah, Qadar berarti penentuan yang pasti dan sudah ditetapkan oleh Allah. Termasuk yang sedang terjadi, akan terjadi, dan belum terjadi.